Buah Hatiku
Ada saatnya ketika rasa lelah hinggap, ketika rasa kesal merayap ke dalam hati, ketika jenuh dan gundah membayangi. Semua menjadi serba salah, semua menjadi kekesalan yg tak berujung. Dari kepala hingga kaki terasa ada beban berat yg menggelayut. Akibatnya sedih, malas, kesal bercampur aduk tak menentu.
Tapi saat Sang Buah Hati memeluk dan memanggil "Bunda...".. .. pyarr... semua kebekuan dalam dada seketika mencair, semua bayangan gelap dimata berubah menjadi cahaya indah dihiasi dengan pelangi sore yang mewarnai hati ini...
Tak ada lagi sedih, tak ada lagi kecewa. Senyum tergambar di wajah, senang merebak di hati.
"Bunda, Teteh udah bisa naik sepeda !!" celoteh riang Dhiya yang selalu tergambar di saat bunda suntuk. Sambil membayangkan Teteh mengayuh kencang sepeda kesayangannya, Bunda tersenyum bangga.
"Bun, Aa tadi jatoh.. tapi ga nangis !!" terbayang mimik lucu Raqa yang tak bosan menceritakan kejadian yang dia alami di siang hari saat Bunda tak ada menemani.
Semua begitu riang dan ringan.
Terima kasih anak-anakku, buah hatiku tersayang. Kalian senantiasa membukakan hati Bunda. Kalian selalu tak bosan dan tak henti membuyarkan lamunan Bunda, bahwa kebahagiaan hakiki yang Bunda hayalkan selama ini sudah terwujud dengan adanya kalian.
Bunda minta maaf tidak bisa selalu menemani kalian, tidak bisa menjadi orang pertama mengetahui perkembangan kalian. Tapi Bunda yakin Teteh Dhiya & Raqa tahu, semua Bunda lakukan buat kalian. You're always within my heart. Luv You...
